skip to main |
skip to sidebar
Unknown
Unknown
Tags:
Oleh: Sekar Prembayun
وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ“Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka” (QS. An Nur: 31)." Betapa mulianya seorang perempuan
muslimah, dari atas hingga ujung kaki begitu terjaga dan terawat dari kebiadapan
nafsu yang siap menyerang. Betapa islam benar-benar telah memuliakan perempuan
muslimah. Kilas balik yang bisa dikenang,
seolah-olah membuat kita begitu berharga wahai muslimah. Keberadaan kita
dizaman dahulu teramat hina sehingga membuat kita hidup saja tak layak dalam
pandangan dunia. Ditelan bumi dalam kondisi hidup-hidup adalah hal lumrah. Bukan suatu kebanggaan besar
tatkala kita perempuan muslimah terlahir di dunia. Merah padam wajah mereka,
api siap membakar setiap ambisi untuk memusnahkan setiap bayi perempuan yang
terlahir lantaran seolah-olah wajahnya tercoreng dengan kotoran hewan sungguh
memalukan. Anggapan dan tradisi yang demikian membuat seolah-olah perempuan di
duni sesak nafas dan terjerit akan kebebasan bertindak, berpikir, beraktiviitas
dan lain sebagainya. Tatkala islam datang, tatkala
itulah cahaya sinar telah menerangi wadah yang dahulunya kelam menjadi penuh
dengan cahaya, islam datang dengan maksud melindungi, menjaga, dan memberikan
sela setiap perempuan untuk merasa lega, bernafas dan terbebas akan ketakutan
yang mencekam akibat kejinya insan duniawi. Peraturan demi peraturan dibuat tak
lebih untuk melindungi setiap perempuan muslimah. Salah satunya peraturan atau
anjuran untuk menutup aurat.Allah ta’ala juga berfirman:يَآأَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلاَبِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلاَ يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللهُ غَفُورًا رَّحِيمًا“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Al Ahzab: 59)Agar mereka tidak di ganggu’Agar mereka tidak di ganggu’’Agar mereka tidak di ganggu’’’ “Kaki perempuan muslimah itu
aurat!” Pekik seorang dosen saya.(Boleh di check ukh J kalau masih ndak
percaya, masih ragu dan yang masih sering ketinggalan kaos kaki, karena saya
kurang paham untuk memahamkan seseorang yang tentu paham kalau di sodorkan
dengan ilmunya langsung). Kalau sudah mengkaji, boleh
melanjutkan membaca, kalaupun mau baca dulu baru mengkaji boleh juga. “Hujan deres, takut kutu air” kaos
kakinya ane copot dulu ya, nanti basah jadinya kaki kena kutu air nanti. “Keluar rumah bentar, di depan
rumah sini aja kok. Nggak pake kaos kaki nggak apa-apa kok. Semoga nggak ada ikhwan.”
Tapiiii… di depan rumahnya nyampe pekarangan rumah orng, tiba-tiba ada ikhwan
lewt, kikuk tuuh nggak pake kaos kaki. “Malam hari mau keluar beli makan(buat
yang ngekost dan ngontrak dll), nggak pake kaos kaki lah, males. Kan malam,
nggak bakal keliatan. Malam-malam gini mana ada orang merhatiin sampe ke kaki.”
Hehehe… mbaknya kakinya pasti hitam, lah wong malam hitam, kalau kaki nggak
kelihatan di malam hari berarti warna kaki sama malam sama dong? “Ting…Ting… Ting… Baksoo...” “Mang
beli baksoo.” Buru-buru, buka gerbang tanpa kaos kaki, jalannya diem diem, harapannya tukang bakso
nggak lihat kaki. Tiba-tiba datang pembeli laki-laki. Nah kan? Susah gerak
tanpa kaos kaki… “Kaki keselo, cidera dikit. Nggak
usah pake kaos kaki lah. Susah gerak kalau lagi kesleoo.” Cari kesempatan apa cari
luwang biar nggak pake kaos kaki kakak? Banyak hal terkadang yang menjadikan para
muslimh sering ketinggalan kaos kaki. Berbagai
hal yang diungkapkan untuk menjadi alasan yang paling syar’’I sehingga membuat seolah-olah
hal tersebut dibenarkan. Astaghfirulah. Yang masih sering gini, istighfar dulu.Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiallahu‘anha, beliau berkata,أَنَّ أَسْمَاءَ بِنْتَ أَبِي بَكْرٍ دَخَلَتْ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَيْهَا ثِيَابٌ رِقَاقٌ فَأَعْرَضَ عَنْهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ يَا أَسْمَاءُ إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا بَلَغَتِ الْمَحِيضَ لَمْ تَصْلُحْ أَنْ يُرَى مِنْهَا إِلَّا هَذَا وَهَذَا وَأَشَارَ إِلَى وَجْهِهِ وَكَفَّيْهِAsma’ binti Abu Bakar pernah menemui Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam dengan memakai pakaian yang tipis. Maka Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam pun berpaling darinya dan bersabda, “wahai Asma’, sesungguhnya seorang wanita itu jika sudah haidh (sudah baligh), tidak boleh terlihat dari dirinya kecuali ini dan ini”, beliau menunjuk wajahnya dan kedua telapak tangannya. (HR. Abu Daud 4140, dalam Al Irwa [6/203] Al Albani berkata: “hasan dengan keseluruhan jalannya”) Inget ukhtina solihah, Sekalipun menurut kita hal
tersebut begitu kecil dan sepele namun percayalah itu semua bernilai besar
dalam pandangan Allah. Mungkin, kita beranggapan saat keluar rumah tanpa kaos
kaki tidak ada yang melihat kaki kita. Tapi Alah lihat tingkah laku kita. Mau
berlaku taat atau nggak? Allah melihat tingkah kita, bagaimana mau ngegaet
gelar solehah lah wong kaos kaki aja sering ketinggaan nggak kepake? Terkait ketaatan kita kepadaNya,
terkait keistiqomahan kita dalam menjalankan amalan untukNya. Bukan untuk
dipandang taat, bukan untuk di pandang perempuan solehah dan bukan buat kaki
jadi putih. Bukan… niatkan hal kecil karena Allah. Takut
sama Allah. Kalau
sudah takut, rasanya pengen ngelanggar nggak bisa. Kan kita takut. Jangan sampai ketinggalan kaos
kaki lagi ya kakak…
Terbaru dari KAMMI NEWS