ads

PAGI

Tags:


oleh : Alfaizin Mahfudz

Pagi itu, ketika waktu menunjukkan pukul 7 dan jalanan sudah menjadi arena balap . arena balap antara kendaraan roda 4 dan roda 2. Pagi itu ketika, pria berpakaian abu-abu dengan tongkat di pinggangnya sambil meniup peluit menertibkan lalu lintas. Pagi itu, ketika anak-anak berseragam berbondong-bondong dari segala arah mata angin menuju gerbang pendidikan dengan satpam sebagai eksekutornya. 
Pagi itu, ketika para ibu rumah tangga melangkahkan kakinya ke pasar untuk mencari bahan-bahan yang hendak dimasak. Pagi itu, ketika sebuah keluarga sibuk menyiapkan segalanya. Merekalah sebaik-sebaik orang yang mengawali dan menggunakan paginya. 
Apabila mereka melewatkan waktu itu walaupun hanya sekali saja, serasa hanya bagaikan hamparan debu  di pagi, siang, dan malam hari. Apalagi mereka melewatkannya hanya karena masih terdampar dalam lautan mimpi. Orang yang mendapatkan awal yang bagus di pagi harinya jauh lebih siap untuk menghadapi tantangan, rintangan yang ada dibanding orang yang meninggalakn paginya. 
Dalam Islam, waktu pagi sangatlah berharga. Dijelaskan dalam sebuah hadist yang menunjukkan keutamaan shalat sunnah qobliyah Shubuh adalah hadits dari ‘Aisyah di mana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
“Dua raka’at fajar (shalat sunnah qobliyah shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim no. 725). 
Betapa tidak berharga kita bisa melakukan sholat fajar. Melakukannya saja bisa melebihi dunia dan seisinya, apalagi melakukan sholat shubuh itu sendiri. Kualitas seorang muslim dilihat dari shubuhnya. Sholat shubuh bagi seorang muslim adalah cerminan kesehariannya. Jika shubuhnya baik maka baik pula rutinitasnya dan begitu pula sebaliknya. Sungguh merupakan kenikmatan tersendiri ketika kita dapat mendengarkan suara adzan yang bersautan dari satu masjid ke masjid yang lain.
Sungguh sangat beruntung bisa mendapatkan rahmat Allah yang memberikan kesempatan untuk menikmati indahnya waktu fajar bagi orang-orang yang berakal. Semoga mereka yang belum bisa menikmati indahnya shubuh dapat menikmati seperti orang-orang yang dirahmati Allah. Ketika fajar mulai nampak yang disambut oleh suara ayam dan lantunan adzan. Bagaikan raja yang disambut oleh rakyatnya setelah perjalanannya yang jauh memutari dunia. Apakah kita tidak malu, dunia saja menyambut kedatangannya bagaimana kita sebagai manusia yang diberi akal oleh Allah SWT namun kita senantiasa lalai.
Wahai kaum muslimin janganlah kau sia-siakan waktu shubuhmu. Karena shubuhmu adalah cerminanmu. Sambutlah panggilan Allah sang pencipta semesta selama kau masih bisa mendengar, melangkah, melihat maka hampirilah panggilannya. Berlindunglah kepadanya dari godaan syaithan-syaithan yang meniupkan kesenangan semu. Hampirilah panggilan-Nya pemilik surga yang mengalir sungai dibawahnya. 
Ketika hari masih gelap dan fajar mulai muncul tetapi manusia masih terlelap dalam tidurnya dan diantara mereka seorang hamba yang melawan rasa kantuknya hanya untuk mendapatkan keutamaan sholat shubuh. Seketika ia menyebut nama Tuhannya dan berlindung kepadanya, seraya berkata “ Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami kembali setelah dimatikan-Nya untuk sementara waktu. Dan kepada-Nya lah kami kembali. Lalu, ia sucikan dirinya sebelum dia menghadap kepada Rabbnya. 
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّه صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلَاثَ عُقَدٍ يَضْرِبُ كُلَّ عُقْدَةٍ عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيلٌ فَارْقُدْ فَإِنْ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَإِنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَإِنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ وَإِلَّا أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلَانَ
“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu bahwa Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Syetan akan mengikat tengkuk salah seorang di antara kamu apabila ia tidur dengan tiga ikatan. Syetan men-stempel setiap simpul ikatan atas kalian dengan mengucapkan: Bagimu malam yang panjang maka tidurlah. Apabila ia bangun dan berdzikir kepada Allah ta’aala maka terbukalah satu ikatan. Apabila ia wudhu, terbuka pula satu ikatan. Apabila ia sholat, terbukalah satu ikatan. Maka, di pagi hari ia penuh semangat dan segar. Jika tidak, niscaya di pagi hari perasaannya buruk dan malas.” (HR Bukhary 4/310)
Itulah pejuang shubuh, ia yang menggunakan waktu shubuhnya dengan sebaik-baiknya. Ia tak ingin melewatkan (qur’an al-fajr) waktu-waktu yang disaksikan oleh para malaikat yaitu shubuh
....... إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا (الإسراء :78 )
“Sesungguhnya shalat shubuh itu disaksikan (oleh malaikat)”

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu Image and video hosting by TinyPic